Sabtu, 22 Januari 2011

CINTA TERINDAH UNTUK SAHABAT
 Di sekolah yang mungkin sudah terlihat bangunan yang tua dengan beberapa bagian bangunan baru yang baru saja di bangun. Di kelas aku selalu berdua dengan sahabat karibku yang dikenal dengan nama Mega.
Kami selalu bersama-sama kemana pun kami melangkah. Aku selalu ada untuk dia sebaliknya dengan dia. Aku sudah menganggap dia sebagai adik sendiri.
Suatu saat aku mengagumi seseorang yang di dalam pandangan ku dia sangat mempunyai tanggung jawab yang besar, teguh pendirian, dan setia. Rian namamya.
Aku pun menceritakan pada Mega laki-laki yang aku kagumi itu. Dia sangat senang dan selalu mau mendengarkan curahan hati ku ketika aku bercerita. Mega selalu memberikan dukungan untuk ku. Mega pun bercerita tentang laki-laki yang dia suka juga kebetulan temannya Rian yaitu Ikbal.
Suatu saat Mega menangis di pangkuan ku ketika dia tahu bahwa laki-laki yang dia suka itu tidak pernah menanggapi dan menerima ke hadiranMega. Aku hanya dapat menenangkan dan mendengarkan kekesalan dan kekecewaan Mega atas apa yang dia rasakan. Aku dapat merasakan apa yang Mega rasakan sampai-sampai aku nekad untuk menemui Ikbal tanpa sepengetahuan Mega untuk memberi tahu kalau Mega mempunyai perasaan istimewa pada dirinya.
Aku mengirimkan pesan kepada Ikbal untuk meminta waktu sedikit dan janjian di kantin untuk membicarakan sesuatu Ikbal pun menyanggupinya.
Istirahat tiba, dengan cepat aku langsung membereskan buku ke dalam tas. Mega heran melihat tingkah laku aku yang tebirit-birit seperti mau pengambilan BLT.
“Ada apa sih sibuk banget keliatannya ?”
“Mau rapat DPR dulu” dengan wajah tanpa dosa.
“Rapat DPR apa mau cepet-cepet makan. ?”
“Hah makan ?”
“Hmm, emangnya aku itu ga tau kebiasaan kamu kalau kasiangan terus belum sarapan”
“Hehehe. Ia juga” Aku langsung pergi meninggalkan Mega tanpa sepengetahuan Mega.
Di mata Mega kejadian itu sangat aneh dan ga biasanya. Mega tahu betul aku kalau mau kemana-mana pasti minta anter ke Mega sekalipun ke toilet. HP aku pun bergetar di kolong meja Mega mengambil dan membaca dari siapa pengirimnya, ia pun terkejut ketika pengirimnya Ikbal. Mega membuka dan membaca apa isinya. Mega bertambah kaget ketika ia membaca isinya bahwa Ikbal sudah ada di kantin. Mega memang mempunyai sifat yang curigaan dan berpikiran negatif. Mega langsung ke kantin dan melihat aku bersama Ikbal sedang ngobrol dengan nyantai karena aku dan Ikbal sama-sama mempunyai sifat yang tenang dan nyantai. Ketika aku ngobrol aku selalu becanda sehingga terkesan sangat dekat dan akrab sekali.
Tanpa sepengetahuanku Mega nangis dan langsung pergi ke kelas. Di kelas pun ada Rian, Rian menghampiri Mega dan menanyakan apa yang terjadi sehingga Mega menangis. Mega menceritakan semua kesalahpahamannya itu.
Aku sudah mengetahui semuanya mengapa Ikbal melakukan itu semua ke Mega, ternyata Ikbal sudah mempunyai pacar dan ingin menjaga perasaan kekasihnya itu dengan cuek ke setiap perempuan yang tidak ada kepentingan dengannya. Aku berniat untuk tidak memberi tahukan ke pada Mega karna aku tahu pasti Mega akan terpukul sekali dengan berita itu
Setelah kejadian itu aku dan Mega tetap bermain dan belajar bersama seperti tidak ada masalah dan perkara apapun. Kenyataanya berlawanan tanpa sadar Mega berubah 80% sifatnya itu. Rupanya Mega sudah tidak percaya kepada ku bila aku menceritakan tentang Ikbal dan di belakangku Mega berusaha untuk memisahkan kedekatanku dengan Rian. Mega menggunakan seribu satu cara agar dia dapat mengambil hatinya Rian dan balas dendam atas kedekatan aku dengan Ikbal tempo hari.
Hampir sebulan Mega menjalani rencananya untuk mendapatkan hati Rian, Mega pun mulai jatuh hati pula pada Rian. Lama-kelamaan Mega sadar bahwa kelakuannya seperti orang bodoh saja menusuk sahabat dari belakang tapi perasaan dia ke Rian tidak dapat dihindarkan, ia terlanjur jatuh hati kepada Rian. Kami bersahabat seperti semula tapi akupun belum tahu kalau Mega menaruh hati kepada Rian.
Suatu saat dimana hari ulang tahunku Megalah orang yang pertama yang mengucapkan selamat dan doanya untukku dan ketika aku baru menginjakkan kelas Mega langsung memberikan hadiah untukku, aku sangat menyukai saat-saat seperti itu. Aku langsung memeluk Mega dan mengucapkan terimakasih padanya. Mega melepas pelukanku ia langsung minta izin untuk ke belakang.
Selain itu aku pun sangat sangat terkejut ketika Rian pun mengucapkan selamat kepada ku.
“Aku janji akan memberikan sesuatu untuk mu” dengan gaya tenang sambil tersenyum.
“Akan selalu ku tunggu janji mu itu!” sambil ku lontarkan senyuman untuknya dan jabat tangannya belum dia lepas.
“cieeeee” anak-anak kelas menyorak dengan serempak.
Akupun tersipu malu tapi Rian masih dengan gayanya yang khas yaitu nyantai dan tenang.
Mega pun datang menghampiri aku yang lagi duduk dengan tersipu malu.
“Ada apa nih rame banget?”
Aku ceritakan semuanya sampai aku duduk tersipu malu, aku heran dengan wajah Mega yang kelihatan tidak senang. Aku menanyakan baik-baik apa dia lagi ada masalah atau tidak. Air mata Mega jatuh aku sebagai sahabat langsung mempertanyakan mengapa Mega sampai menangis begitu. Ia langsung memeluk aku dan mengatakan beribu-ribu minta maaf. Aku heran atas kelakuan Mega mengapa ia mengucapkan saja kata maaf seperti dia sudah melakukan sesuatu yang sangat berdosa.
“Maafin aku yah, aku memang bukan sahabat yang baik untukmu.”
“Ih jangan ngomong gitu, kata siapa kamu bukan sahabat aku yang baik? di mataku kamu itu bagai sebuah malaikat yang harus ku jaga, kamu itu selalu ada untukku kamu mau mendengarkan semua keluhanku kamu mau juga ngejaga aku kamu itu ....”
“Bukaaaan!” Mega menangis histeris ketika aku akan melanjutkan ucapanku.
“Ega..! sadar kamu ini kenapa sih.”
“Aku bukan apa yang kamu fikirkan selama ini, aku bukan malaikat yang harus kamu jaga, aku bukan orang yang baik untuk kamu.”
Aku heran dan tidak mengerti apa yang sedang terjadi. Ketika itu juga Rian menghampiri aku dan Mega kemudian Rian merangkul Mega. Aku terkejut setelah apa yang aku lihat. Aku bertanya-tanya dalam hati mengapa bisa terjadi, Rian orang yang terlihat cuek kepada perempuan bisa sebegitu simpatinya sama Mega, apa yang terjadi dengan mereka berdua. Pertanyaan itu selalu terlontar di fikiranku.
“Mungkin ini gila tapi memang harus aku beritahu, maafin aku mungkin kamu akan kecewa banget di hari ulang tahun kamu,kamu harus mendengarkan pengakuan sahabat yang mungkin di pandangan mata kamu sahabat yang baik”
“Ega cepet ceritakan sebenarnya apa yang terjadi” aku mendesak Mega untuk menceritakan semuanya.
“Sebenarnya aku sudah berhubungan dengan Rian beberapa pekan lalu, Rian cowo yang kamu puja.” sambil ia memegang lengan Rian.
“Maksud kamu apa Ega?” tanya Rian.
“Ian sahabatku ini sebenarnya sudah memujamu cukup lama, aku merahasiakan semua ini agar kamu tidak tahu yang sebenarnya semua ini aku lakukan hanya untuk rencana bodohku ini memisahkan kalian berdua.”
Aku menangis ketika aku mendengar semua pengakuan dari Mega. Kecewa, kekesalan, kesedihan bercampur menjadi satu tapi apa boleh buat semua sudah terjadi.
“Ega kenapa kamu lakukan itu semua ?” tanyaku dengan lirih.
“Saat itu aku kecewa ketika aku lihat kamu berduaan dengan Ikbal di kantin, kamu dapat tertawa bersama dengan Ikbal, sedangakan aku belum pernah. Sampai-sampai aku berniat untuk memisahkan kalian.”
“Kamu salah paham Ega . . Waktu itu memang aku ngobrol bareng sama Ikbal tapi untuk menanyakan kenapa Ikbal melakukan itu semua ke kamu itu aja, Ikbal sudah menceritakan alasannya ke aku semuanya kalau dia sudah punya pacar, aku berusaha untuk menutupi semuanya dari kamu soalnya aku ga mau liat kamu sedih”
“Apa yang kamu katakan itu benar?” tanya Mega sambil menangis tersedu-sedu.
“Ia Ega, aku berniat tidak akan menceritakan semuanya sama kamu tapi bagaimana lagi aku takut kamu masih salah paham lagi ke aku.”
“Aku memang sahabat yang tidak baik. Ian kamu sudah tahu semuanya gimana jahatnya aku, aku mungkin tidak baik buat kamu. Ian aku rela melepaskan kamu”
“Ega aku bukan laki-laki yang gampang melupakan kekasih aku sendiri, aku bukan tipe cowo yang gampang jatuh hati ke lain hati, aku sudah berjanji kalau aku akan menerima kamu apa adanya.”
“Ga Ian! Sahabat aku yang pantas untuk mu” sambil menarik tangan aku dan Rian.
“Tidak Ega, aku sudah tahu sebelumnya sifat Rian yang setia dan teguh pendirian semuanya sudah terjadi Ega. Ga mungkin nasi berubah menjadi bubur. Aku akan bahagia koq kalau Rian bahagia apa lagi dengan sahabat aku sendiri, aku rela Ega kalo cinta pertama aku jatuh hati ke orang yang benar kaya kamu”
Aku dan Mega saling berpelukan dengan erat. Walau pun di dalam hatiku paling dalam aku sangat sakit sekali, cinta pertama yang mungkin takkan pernah ku gapai untuk selamanya dan hanya dapat melihatnya bahagia bersama orang lain yaitu sahabatku sendiri.
Setahun berlalu, Rian ke kelasku dan membawa sesuatu untukku.
“Selamat ulang tahun, aku ga akan lupa dengan janjiku. aku bawa sesuatu buat kamu terima yah !” sambil tersenyum dan mengecup keningku.
“I..ia makasih ia. Emm , Ian selamat juga yah ga kerasa sekarang udah setahunnya kamu jadian sama Mega” sambil ku terima pemberian dari Rian.
“Ia, semoga aja kamu dapat pasangan yang sayang banget sama kamu ya”
“Pasti akan aku cari pengganti kaya kamu “